
Di momen Ramadan 2024, PT Isuzu Astra Motor Indonesia mengajak para Isuzu Partners untuk mendengarkan cerita dari mereka yang setia melayani kita bahkan di hari Lebaran sekalipun. Para pengemudi bus antar kota antar provinsi, kurir pengiriman hingga pengemudi truk logistik kendaraan. Saatnya mereka berbagi cerita mengenai perjuangan dan suka duka harus menyetir ketika orang lain merayakan hari raya. Seorang pengemudi truk, Satrio Raufiq sempat kami wawancarai untuk berbagi cerita dan perjuangannya sebagai supir di momen Ramadan.
Kisah Supir di Momen Ramadan
Satrio sudah berprofesi sebagai pengemudi sejak 2002. Beragam jenis kendaraan sudah pernah dikemudikan Satrio, mulai dari mobil box, bus penumpang, hingga mengemudi truk seperti sekarang. Satrio tinggal jauh dari keluarganya, istri dan dua orang anaknya tinggal di Banjarnegara. Keseharian Satrio dihabiskan di jalan dan teknologi komunikasi menjadi salah satu cara Satrio untuk bisa bertemu dengan anak dan keluarga. Walaupun hanya melalui video call, “Karena saya hidupnya di jalan, mandi di pom, tidur di hotel merah putih (pom bensin), sampe kayak sekarang ini saya markir di pinggir jalan buat nunggu gudang dibuka. Paling videocall sama anak istri aja buat lepas kangen.”
Terkait kendala dan halangan ketika mengemudi, Satrio bercerita halangan terbesar terkait kemacetan atau antrian panjang seperti antrian masuk kapal yang makan waktu sangat lama. Satrio juga berkeluh tentang pungutan liar yang kerap dilakukan oknum Dinas Perhubungan atau Kepolisian. Satrio mengeluhkan banyak pengendara lain yang sebenarnya melakukan kesalahan, namun justru ia yang diteriaki dan dimarahi karena kendaraannya paling besar. “kalo di jalan ada aja yang suka nikung sembarangan terus malah dia yang teriak-teriak nyalahin kita.”, ujarnya. Halangan lain bagi Satrio terutama terkait teknis dan kondisi kendaraan seperti ban kempes. Satrio pernah harus mengganti sendiri ban yang kempes di tengah hujan deras. “ itu karena saya kurang ngecek dan dari awal yang kayak gitu harusnya bisa dihindarin”
Satrio bercerita bahwa supir di momen Ramadan akan mengalami peningkatan volume pengantarannya, terutama saat berbarengan dengan promo belanja ecommerce dan online shopping. Beliau juga mengaku, ia jarang bisa mudik saat Lebaran karena masih banyak pengantaran yang harus dilakukan, “Paling H+2 atau H+3. Karena perusahaan punya izin buat tetep bisa wajib jalan. Sama kayak tahun lalu saya juga ada pengantaran pas lebaran, akhirnya saya silaturahminya setelah lebaran”.
Informasi Lain:
Untuk pembelian unit Isuzu, suku cadang dan informasi bengkel dapat menghubungi 081287222025.
Berita diambil dari Isuzu
Leave a Reply